Tuesday, October 28, 2014

Perjalanan 5 cm-an, The Train Story (15 years of friendship - part 2)

Telah lama tak bersua
Dan sekarang, kau di depan mata
Tak berubah, sikap tutur kata
Tetap akrab, ceria hangatkan jiwa......

Lagu "salamku sahabat" dari Kla project kayaknya paling pas buat menggambarkan dimulainya perjalanan kali ini (nah ketahuan deh gue angkatan berapa, hihihi).  Akhirnya perjalanan ke Semeru dalam rangka reuni 15 tahun pertemanan ini dimulai juga. Sudah cukup lama juga kami nggak naik gunung bareng,dan besok, Gunung Semeru menanti kami, semoga dia menyambut kami dengan ramah.... amiiiin.

Setelah pagi hari sempat mampir dulu di kantor untuk membereskan beberapa pekerjaan (karyawan teladan banget kan? Hehehe), menjelang siang saya langsung meluncur ke stasiun Pasar Senen. Begitu  sampai langsung celingak-celinguk dengan noraknya.... gile, ini stasiun udah beda banget sama beberapa tahun lalu (ehm, agak malu nyebut angkanya, lama lah pokoknya....). Kesan seram yang dulu selalu melekat di area stasiun ini sudah nggak ada. Malah kesan rapih dan  teratur lebih kental terasa. Walaupun, as a smoker, jadi agak ribet sedikit kalau mau ritual,  tapi nggak apa lah, itung-itung ngirit rokok juga, hahaha.

Menunggu Kereta

Masuk stasiun langsung ketemu dua anggota tim "ekonomi kreatif" lainnya, Peni dan Sulis. Langsung cari ruang tunggu ber ac. Musim kemarau belum kelar juga, Jakarta masih puanaaasss buanget sob. Akhirnya bermodalkan pesan setengah lusin donat untuk  bekal nanti di kereta, kami langsung ngadem di dunkin donuts.

Pukul 14.00 kami bergerak menuju peron. Ternyata kereta api Matarmaja yang akan membawa kami menuju Malang belum sampai. Ngomong-ngomong soal Matarmaja, buat saya nostalgianya  jadi lebih jauh ke belakang. Kereta yang namanya merupakan singkatan "MAlang, bliTAR, MAdiun, JAkarta" ini, yang jadi ngetop gara-gara dinaikin Pevita Pearce, adalah salah satu kereta api pertama yang saya pernah naiki. Duluuu, kalau pulang kampung ke Ngawi (hayo, cari di peta, melon asal Ngawi ngeetop loh), Saya selalu naik kereta api ini dan turun di stasiun kecil yang namanya Paron. Saking kecilnya, dulu saya pernah berpikir ini pasti rumahnya masinis, bukan stasiun, hihihi.



Setengah jam kemudian akhirnya kereta kami datang, langsung masuk, cari tempat duduk sesuai tiket,  dan ber akrab-akrab dengan penumpang lain yang duduk di sekitar kami. Well, ini yang saya kangenin dari kereta kelas ekonomi,  terutama yang jarak jauh, kan siapa tahu ada cewek cakep yang duduk di sekitar kita, hehehe. Pertama kali masuk, cukup amaze dengan suasana gerbongnya. Jauh lebih bersih dan rapih daripada jaman dulu. Dan karena sistem yang jauh lebih baik,  nggak ada lagi acara berebut tempat duduk. Yang nggak berubah cuma satu.... tempat duduknya tetap tegak broh... hahaha

Duduk Tentara, tegak banget cuy

Tepat pukul 15.15 kereta pun berangkat. Kagum lagi, sesuai jam di tiket loh. Tapi di sekitar Cikarang tiba-tiba kereta ngerem agak keras, dan berhenti cukup lama di stasiun Klari. Hasil investigasi ke petugas, ternyata rem salah satu gerbong di belakang mengalami masalah sehingga harus di langsir ke depan. Alhasil seharusnya pukul 18.30 kami sudah masuk stasiun Cirebon, akhirnya telat dengan sukses, pukul 21.30 baru masuk stasiun Cirebon.

Begitu kereta mulai meluncur kembali, Mulai terasa kebutuhan "In Train Entertainment" (versi kereta dari "in flight enterntainment", hehehe). Mau buka gadget agak malas, akhirnya kami berinisiatif buka lapak gaple, hehehe. Dengan modal kardus barang sebagai meja, turnamen gaple dimulai. Lumayan deh, mengusir bosan, apalagi saya dan Sulis lebih sering menang, coba kalo sekali lewat gopek, lumayan kan buat beli cemilan, hahaha

Banting Gan....

Selepas stasiun Cirebon, disaat kita mulai mengantuk, tiba-tiba masuklah rombongan petugas yang membagikan air mineral dan mie instant cup, gratissss.... Biarpun agak heran juga tapi diterima saja lah, lumayan. Mungkin ini kompensasi keterlambatan akibat kerusakan tadi. Kalau benar salut lah sama PT KAI, nggak kalah sama airline, hehehe. Cuma ya, kalau ngasih pop mie itu, mbok ya air panasnya sekalian, kalau kering gini apa ya harus digado? (Udah dikasih gratis, masih nuntut macem-macem lagi..... hahaha).

Dan Matarmaja terus melaju membelah malam,saatnya mencoba beristirahat sejenak. Ambil gadget, pasang earphone.

Sahabat, dalam suka
Betapa bahagia berjumpa, salamku...
Sahabat, dalam duka
Pelita kecil dalam gulita, salamku...

~Salamku Sahabat, KLa Project~

No comments: