Wednesday, April 8, 2015

Ternyata Tulisan Tangan Lebih Efektif Dibanding Laptop

Di zaman serba digital seperti sekarang, pelan tapi pasti penggunaan kertas dan tinta semakin berkurang. Koran dan majalah perlahan tapi pasti bertransformasi menjadi media online, Dokumen-dokumen cetak perlahan berubah menjadi file-file komputer, dan yang pasti, anak muda sekarang sudah nggak punya pengalaman menulis surat cinta di kertas surat yang wangi (plus cap bibir, hihihi...) karena surat perlahan berganti dengan E-mail.

Satu hal yang juga berubah adalah, dulu bawaan wajib pelajar dan mahasiswa adalah buku catatan, terserah apakah itu berupa buku tulis, loos leaf, atau selembar HVS doang, yang pasti ketika guru atau dosen menerangkan di depan kelas, sebagian siswa dan mahasiswa tadi akan sibuk mencatat, sementara sebagian yang lain sibuk meminjamnya buat difotokopi nanti, menjelang ujian, hehehe... Kegiatan catat-mencatat tadi perlahan diganti ketik-mengetik, seiring makin banyaknya laptop yang digunakan di ruang kelas, yang pasti, sekarang tinggal minta kirim file, nggak perlu fotokopi lagi untuk pinjam catatan, hehehe...



Tuesday, March 3, 2015

Melihat Dengan Jelas, Bertindak Lebih Cerdas

Kalau bicara soal cinta, ungkapannya adalah “dari mata turun ke hati”, kalau bicara mengemudi kalimatnya berubah jadi “dari mata turun ke kaki”, hehehe.... Seems like a joke, tapi coba tanya ke orang-rang yang pernah nabrak, umumnya jika ditanya kenapa nabrak, jawaban yang paling umum adalah “nggak lihat, nggak kelihatan, tiba-tiba.... dan jawaban lain yang berhubungan dengan pengelihatan. Makanya, kali ini saya mencoba membahas bagaimana cara melihat yang efektif untuk menekan risiko kecelakaan ketika mengemudi.



Sebelum masuk ke tehniknya,  penting untuk menentukan prioritas, apa sih yang harus dilihat ketika mengemudi? Karena tentunya ada begitu banyak obyek yang ada di jalan raya, kita harus memilah mana yang perlu menjadi perhatian utama kita ketika mengemudi.

Foto : www.discovery.com

Tuesday, November 18, 2014

Ngirit BBM, Dari Mata Turun Ke Dengkul....

Tadi malam, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan BBM. BBM yang buat mobil/motor ya, bukan yang buat chatting, kalo itu mah masih gratis sob, hehehe. Nah, kalau bensin naik gini, biasanya mulai deh "gerakan penghematan" kagetan. Barang atau alat yang dipercaya bisa menghemat konsumsi BBM bakalan laris manis. Tapi apa bener mobil atau motor kita perlu segala macam alat tambahan biar "irit"? Atau jangan-jangan perilaku berkendara kita sendiri yang bikin boros BBM.
Gambar : www.totaldriving.net

Friday, November 14, 2014

Susah Move On... (15 years of friendship - part 5)

“You never climb the same mountain twice, not even in memory. Memory rebuilds the mountain, changes the weather, retells the jokes, remakes all the moves.”
~Lito Tejada-Flores~

Setiap perjalanan punya cerita yang berbeda, betapapun pahit dan berat masalah yang pernah kita hadapi, satu saat kita akan mengenang semuanya sambil tertawa. Dan malam ini di tepi Ranu Kumbolo, kami tertawa mengenang kembali semuanya. Tertawa dengan ditemani semilir angin dingin dari lereng-lereng Semeru.

Thursday, November 13, 2014

Because it's there... (15 years of friendship - part 4)



Di jenjang desember ku datang padamu
Ku bimbing kau kelereng Semeru
Ku belai rambut yang hitam
Kau tersipu malu
Oh indahnya Mahameru

(Lagu Mahameru)

Wednesday, November 5, 2014

Mengetahui Umur Ban


Seperti halnya benda atau barang lainnya, ban kendaraan kita memiliki masa pakai. Khusus pada ban, masa pakai ini selain ditentukan oleh keausan ban yang ditandai dengan semakin menipisnya tapak atau thread, juga ditentukan oleh umur ban itu sendiri.

*kode tanggal pembuatan ban

Pembuktian Mitos Tanjakan Cinta (15 years of friendship - part 3)

Jam 10.30 kereta api Matarmaja yang membawa kami dari Jakarta memasuki stasiun Malang. dengan wajah lelah, tapi penuh semangat kami turun dan langsung menuju.... toilet, hahaha. Morning ritual agak susah kalau dilaksanakan di toilet kereta api soalnya. Goyang dan agak kurang nyaman, hehehe. Dandan dulu lah, masak masuk kota orang muke kumel bin kucel. Ya siapa tau di Malang ketemu saudaranya Alyssa Soebandono... hihihi

15 menit kemudian, setelah mandi koboy ala kadarnya, ternyata kami sudah ditunggu bapak Project Officer, Sugi, di depan stasiun, lengkap dengan troopernya, hehehe. Makin berasa 5 cm banget deh. Dari stasiun kami menuju ke guest house Srikandi di jalan Panderman dan sudah ditunggu anggota tim yang lain. Yah, nasib rombongan KA ekonomi, gara-gara kereta yang terlambat, yang harusnya kita sampai duluan malah jadi paling belakangan. Sampai di Guest House, ngopi sebentar, packing barang di Jip eh Trooper deng, hehehe,  dan lanjut menuju Ranu Pani.

Foto-foto duluuu....