Thursday, November 13, 2014

Because it's there... (15 years of friendship - part 4)



Di jenjang desember ku datang padamu
Ku bimbing kau kelereng Semeru
Ku belai rambut yang hitam
Kau tersipu malu
Oh indahnya Mahameru

(Lagu Mahameru)

Tepat jam setengah dua belas malam, alarm di handphone saya berbunyi. OK, now is the time.... Tapi kok di luar sepi ya, jadi muncak nggak nih? Akhirnya, 10 menit kemudian saya berhasil membulatkan tekad untuk keluar dari kenyamanan sleeping bag dan kehangatan tenda, dingin banget udara di luar. Thermometer di jam tangan saya menunjukkan 5 derajat celcius. Siip lah, begitu keluar tenda langsung segerrr..... dingin banget cuy....

Dari 13 orang rombongan kami, malam ini 4 orang yang akan mencoba summit attack ke puncak Mahameru, Sugi, Sabitha, Jayus, dan saya. Yang lain karena satu dan lain hal memutuskan untuk stay di camp. It's okay, kita wakilin kalian ya guys. 00.40 kami mulai bergerak, Wish us luck guys....

Tidak seperti perjalanan Ranu Pani - Kalimati, perjalanan dari Kalimati menuju puncak Mahameru langsung disambut tanjakan (ya iyalah, namanya juga naik gunung....). Dari camp sampai batas vegetasi, medan yang kami hadapi masih berupa jalan tanah.... harusnya, hehehe. Berhubung terlalu nyaman dan selalu milih jalan yang lebar, kami pun nyasar dengan sukses... hahaha.

Masih di tengah-tengah hutan tanpa sadar kok treknya mulai pasir? harusnya kan belum. makin lama makin susah menjejakkan kaki karena merosot terus. Makin curiga karena sempat melihat senter pendaki lain di belakang tapi kok nggak nyusul-nyusul.... Celingak-celinguk sambil mengatur nafas akhirnya sadar kalau kita sudah keluar jalur.... hahaha.

Orientasi sebentar, ternyata track yang benar ada di sebelah kiri kami. Berhubung agak malas turun lagi, kami memutuskan langsung saja traverse ke sebelah kiri masuk ke puncak punggungan yang jalurnya berupa pasir, yang amblas kalau diinjak. Hasilnya, saya sempat jatuh guling-guling dua kali. Sip, dapat salam perkenalan dari puncak Mahameru, hehehe.

Setelah kembali ke jalan yang benar, kami kembali menelusuri jalan setapak sampai ke batas vegetasi. Nafas mulai boros karena oksigen yang makin tipis, debu dan terutama... umur, hihihihi. Pelan tapi pasti akhirnya kami sampai di batas vegetasi. Permukaan track mulai berganti dari tanah menjadi pasir. Jalur menuju puncak semakin terlihat jelas. Tampak kilatan lampu senter pendaki-pendaki yang ada di depan kami. wuihhh.... udah jauh nih ketinggalannya. Tapi saya memilih untuk fokus ke langkah kaki sendiri saja.... daripada mikirin jauhnya, hehehe.

"Its not the mountain we conquer but ourselves"
~Sir Edmund Hillary~

Kalimat dari sang pendaki legendaris itu memang pas banget. Dari mulai batas vegetasi menuju puncak Mahameru, tracknya berupa pasir, sekali lagi pasir. Kalau diinjak amblas. Beberapa kali saya naik 2 langkah tapi disusul merosot satu atau dua langkah. Waduh, berasa jalan di tempat. Sementara saya  lihat Sugi dan Sabitha makin jauh di depan, Kalau Mas Jayus agak di depan dikit deh, masih bisa ngobrol. Okay Agung, fokus..... fokus.... take a deep breath.... jepit... lepaaasss... (ini nanjak atau senam kegel sih...hihihi).

Angin dingin terus menerpa sampai rahang terasa kaku, mau ngomong aja susah. Beberapa kali (tepatnya setiap 10 langkah, qiqiqiqi) berhenti, tarik nafas, atau minum dan recharge dengan Beng beng dan Snickers (gue sebut merk, kali aja Mayora sama Mars mau bayar... :D), perlahan saya merambat (yup, merambat, pelan banget gue jalannya) ke atas. Pukul 4 lewat sedikit semburat merah mulai tampak di ufuk timur. Sunrise beibeh..... dan puncaknya masih jauh....
Jalur menuju puncak Mahameru dilihat dari batas vegetasi

Di sini, angkat alis aja rasanya sudah males, hehehehe
Foto : Djajusman Soepadmo

Tancap walking pole, melangkah, tancap lagi, melangkah lagi, akhirnya saya makin mendekati puncak. "Ayo mas, sedikit lagi..." kalimat penyemangat dari pendaki lain yang sudah mulai turun menambah tekad saya untuk menggapai Mahameru. Dan akhirnya jam 7.50 saya sampai juga.... SUMMIT!!!! ah legaaaaa, akhirnya setelah berkali-kali gagal mendaki semeru saya sampai juga disini.

Sambutan Sahabat

Akhirnya kami sampai
foto : Sabitha Soepadmo
Gaya 5 cm dulu lah

"If you cannot understand that there is something in man which responds to the challenge of this mountain and goes out to meet it, that the struggle is the struggle of life itself upward and forever upward, then you won't see why we go."

~Sir Edmund Hillary~

No comments: