Friday, November 14, 2014

Susah Move On... (15 years of friendship - part 5)

“You never climb the same mountain twice, not even in memory. Memory rebuilds the mountain, changes the weather, retells the jokes, remakes all the moves.”
~Lito Tejada-Flores~

Setiap perjalanan punya cerita yang berbeda, betapapun pahit dan berat masalah yang pernah kita hadapi, satu saat kita akan mengenang semuanya sambil tertawa. Dan malam ini di tepi Ranu Kumbolo, kami tertawa mengenang kembali semuanya. Tertawa dengan ditemani semilir angin dingin dari lereng-lereng Semeru.



 "Hah, Masih naik gunung aja lu?"
"nggak ada capeknya naik gunung terus.."
Kalimat-kalimat ini biasa banget nyampe di telinga, tapi ya mau gimana lagi, mungkin kami sudah kecanduan, hehehe. Tapi serius, naik gunung itu bikin kecanduan. Dan sekali kecanduan, selama kaki dan nafas masih sanggup, akan selalu kangen sama bau tanah basah di hutan, dinginnya angin lembah, ngerinya suara badai, nyanyian tongeret dan banyak hal lain yang nggak akan ketemu kalau kita ada di kota.

Kalau ingat pengalaman pertama kali naik gunung, asli nggak ada enak-enaknya. Cenderung traumatis malah (halah, drama banget...). Gunung pertama yang saya daki adalah gunung Salak lewat Cimelati pas acara pelantikan pecinta alam SMA. Nah, kebayang kan nggak enaknya, lagi dilantik cuy, tahun segitu (gak usah disebut ya tahunnya, hihihihi) yang namanya pelantikan biasanya bikin ciut karena seniornya rada horor, hahaha. Enggak lah, becanda. Kalau cuma dibentak doang sih, mungkin otak saya terlalu bebal, masuk kuping kiri keluar kuping kanan, hehehehe (sorry nih kakak-kakak senior, buka kartu gue jadinya).

Pertama kali naik gunung dihajar badai dari mulai siang sampai malam. Selama 5 hari acara pelantikan, tiada hari tanpa hujan. Ditambah buka jalur di lereng gunung salak yang diisi rotan berduri, hasilnya Tangan beset-beset udah kayak pecandu narkoba tingkat master.... Pokoknya pulang dari sana, orang rumah nggak ngenalin lagi lah (lebaaaay.....).

Capek iya, Tapi saya belum bisa lupa rasanya ketika mencapai puncak Salak 2. Yup, puncak Salak 2 yang itu, yang cuma sepetak kecil dengan kuburan di tengahnya. Susah buat dilukiskan dengan kata-kata lah pokoknya (taelah...). Tapi hasilnyaaa... saya kecanduan....

Kuliah, gabung pecinta alam lagi, Bertemu teman-teman baru, berpetualang ke tempat-tempat baru, dan menambah cerita-cerita baru. Cerita serta berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang perjalanan jadi makin susah dilupakan. Dan cerita-cerita ini secara tidak sadar justru mempererat pertemanan kami. Bahkan banyak yang dapat "nickname" yang sampai sekarang masih nempel dan pasti ada ceritanya. Pengalaman BAB sambil digangguin babi hutan, dimarahi senior, nyasar,  sampai tricky-tricky (tipu-tipu) yang kami lakukan.



Malam ini, sekali lagi kami tersenyum dan tertawa karena ingatan itu. Mulai dari betapa culunnya kita waktu ngumpul pertama kali di sekretariat, serunya masa pendidikan yang memakan waktu setahun (yup, full setahun, 12 bulan saudara-saudara), sibuknya persiapan ekspedisi,  dan banyak cerita lainnya. Dan kami ada di tempat yang lebih pas untuk cerita-cerita ini, di depan tenda, diringi suara kompor yang bekerja terus menerus (SOP, Kompor baru mati kalau kita mau tidur, hehehe) dan belaian lembut angin gunung yang dingin.

Besok, kita akan turun gunung dan lusa kembali ke realitas serta rutinitas masing-masing. Terima kasih Semeru atas semuanya. Terima kasih sahabat, sampai jumpa di Rinjani, 2 tahun lagi....Kita Sweet Seventeen-an disana.

Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

~Ingatlah hari ini ; Project Pop~

Special Thanx to all BKP'99 Mapala UI, we rocks guys...

Next will be Rinjani right ?
Foto : Sabitha Soepadmo








No comments: