Sebelum masuk ke tehniknya, penting untuk menentukan prioritas, apa sih yang harus dilihat ketika mengemudi? Karena tentunya ada begitu banyak obyek yang ada di jalan raya, kita harus memilah mana yang perlu menjadi perhatian utama kita ketika mengemudi.
![]() |
| Foto : www.discovery.com |
Secara umum, yang harus diperhatikan oleh pengemudi adalah :
Arah tujuan
Pastinya, nggak mungkin dong, kendaraannya bergerak kemana sementara mata drivernya kemana, yang ada malah nyungsep nantinya, hehehe
Potensi bahaya
Semua obyek yang ada di jalan memiliki potensi bahayanya sendiri, prioritaskan kepada mana yang paling mengancam kita. Juga berpikir kedepan, misalnya dari jauh kita melihat area sekolah atau pasar, langsung pikirkan apa bahaya yang ada disana, misalnya kemungkinan ada orang yang menyeberang, pejalan kaki, mobil memutar dan sebagainya.
Petunjuk dan aturan
Rambu lalu lintas dan marka jalan tentunya harus diperhatikan. Harus ada di mindset kita bahwa rambu dan marka jalan dibuat untuk keselamatan dan ketertiban pengguna jalan raya. Jadi kita patuh bukan karena takut ditilang (Inget yaaa, “damai” sama petugas itu juga masuk kategori korupsi loh boss, hehehe), tapi karena menjaga keselamatan diri kita dan orang lain.
| foto : www.andrewsavory.com |
Semboyan S.E.E.
Search
Buka pandangan seluas-luasnya, jangan hanya fokus ke satu titik, tapi scan (bahasa Indonesianya “pindai”) sekeliling kita dan temukan potensi bahaya yang bisa mengancam diri kita.
Evaluate
Setelah menemukan potensi bahaya yang mengancam, pikirkan tindakan apa yang harus kita lakukan. Apakah mengurangi kecepatan, apakah membunyikan klakson, tentukan juga plan A, Plan B serta jalan keluar (escape route) jika terjadi sesuatu diluar dugaan kita.
Execute
Lakukan tindakan sesuai rencana kita sambil tetap bersiap pada kemungkinan terburuk.
Dengan melakukan S.E.E. kita juga mendapat manfaat lain, yaitu tidak bengong dan fokus ketika mengemudi. Selain itu kita juga nggak gampang ngantuk dan nggak berkhayal yang bukan-bukan apalagi ngayal jorok, karena Selain dosa, risiko mengalami kecelakaan juga jadi lebih tinggi, hehehe.
| foto : www.westerndriver.com |
1. Pandang seluas-luasnya
Lihat sejauh mata memandang, jangan terpaku hanya pada satu obyek, pandanglah jauh ke depan. Jaga jarak aman dan kecepatan aman selama mengemudi.
2. Dapatkan gambaran yang luas
Situasi jalan selau berubah seiring pergerakan kendaraan kita, demikian pula potensi bahaya yang ada, akan selalu berubah. Pastikan kita mendapat gambaran yang jelas dan dapat menentukan ancaman yang dapat membahayakan.
3. Biasakan mata anda bergerak
Jangan hanya fokus ke satu titik, selalu gerakkan mata anda untuk memperoleh informasi lebih banyak. Pindahkan fokus setiap 2 detik. Lihat ke depan, spion luar, spion tengah, spidometer dll. Ingat, disini kita melakukan scaning dengan pengelihatan kita, jadi jangan menatap satu obyek saja.
4. Siapkan jalan keluar
Jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, pastikan kita memiliki jalan keluar, apakah sempat melakukan pengereman, menghindar atau tindakan lainnya. Jaga jarak aman dan kecepatan anda.
5. Pastikan dia melihat anda
Komunikasi dengan sesama pengguna jalan, gunakan klakson, lampu sein serta isyarat lainnya. Jika anda “melihat dan dilihat”, risiko mengalami kecelakaan akan jauh menurun.
Untuk memperoleh semua ini, tentunya kita harus meminimalkan gangguan yang ada di dalam kendaraan. Yang kaca depannya penuh stiker, atau kaca filmnya terlalu gelap pastinya kemampuan pandangnya akan jauh menurun. Begitu juga gangguan lain seperti gantungan di spion tengah, telepon seluler (sebaiknya masuk ke mode silent, dering ponsel pasti akan membuat kita penasaran melihat siapa yang menelepon) dan gangguan lainnya.
Safe Driving, Is no Accident
Disarikan dari berbagai sumber

No comments:
Post a Comment