Thursday, October 9, 2014

Nemu Kembaran Sabina Altynbekova Di Kinabalu

Well, walaupun bukan pendakian pertama saya, tapi yang pasti, biarpun cuma ke negara tetangga, ini gunung luar negeri pertama yang saya daki. kesampaian juga jadi pendaki manca negara cuy...hahaha. 

Berkas:MtKinabalu view from kundasan.jpg
Gunung Kinabalu
Foto : id.wikipedia.org
Akhirnya naik gunung lagi setelah lebih dari setahun carrier terbaring lemas di dalam lemari akibat  bossnya sibuk mencari sesuap nasi dan segenggam berlian...hihihi. Walaupun sempat dimarahi dokter karena punya tekanan darah 160/100 di awal tahun akibat road trip keliling Jawa (bukan road tripnya, tapi efek hampir tiap hari makan kambing, bebek, sate, and friends, hehehe), trip kali ini malah jadi motivasi buat rajin jogging dan latihan fisik lagi. 

Gambar : www.amazing-borneo.com
Mendaki Gunung Kinabalu itu yang paling susah adalah booking ijinnya. Karena nggak boleh ngemping, quota pendaki disesuaikan dengan kapasitas lodge yang ada di Laban rata. Jadi harus booking jauh-jauh hari untuk bisa dapat jadwal sesuai keinginan kita.

Jauh sebelum pendakian, saya sudah mulai kasak-kusuk, googling dan persiapkan alat serta perlengkapan. Karena kami mendaki di bulan Agustus, dimana gosipnya suhu di puncak saat dinihari bisa mencapai -10 derajat celcius, akhirnya sibuk lah, belanja segala peralatan tempur buat menghalau hawa dingin. Windbreaker, polar, long john, gloves sampai walking pole mulai keluar dari box peralatan yang mulai berdebu (halah...). Gelar semua di lantai, jangan sampai ada yang ketinggalan.

Day 1: Jakarta - Kota Kinabalu

It's D-Day!!! akhirnya berangkat jugaaa, hehehe. Kumpul di Terminal 3 CGK, check in and immigration check, akhirnya naik juga ke pesawat. 7 orang berangkat dari Jakarta.

Foto : Sukmasari Ayu
Sempat lupa kalo nggak boleh bawa air ke pesawat dan nggak tega beli air minum di dalam pesawat Air Asia (maklum, turis sudra...qiqiqi), alhasil lumayan haus juga waktu mendarat di Kota Kinabalu. Lanjut naik taksi ke hostel, disambut resepsionis hostel yang kata travel mate saya "hottie", hehehe, ternyata kita nggak bisa langsung istirahat. Karena Hostel kita hanya bisa menampung 5 orang, sementara rombongan kami ada 7 orang, sebagai gentleman sejati (cieee...) saya dan  Chibi akhirnya menginap di hostel lain yang jaraknya 5 menit jalan kaki. (hahaha, nggak jauh juga kali..). Setelah makan malam di restoran 24 jam dekat situ, masuk kamar, langsung molorrr.....

Day 2 : Kota Kinabalu - Mount Kinabalu Park

Foto : Sukmasari Ayu
Bangun pagi, ternyata di depan hostel setiap hari minggu ada sunday market!!! (ya kalo hari senin namanya monday market kali brooh...). Buru-buru mandi lanjut cari sarapan di luar, kali ini sarapan gratis dari hostel nggak dilirik, biarpun GRATIS hehehe. Akhirnya Saya dan chibi ngejogrog di warung kopi dan pesan laksa yang halalnya tidak dijamin karena di warung itu jual babi juga (lah gue kan pesen laksa, bukan babi...wkwkwkwk). Lanjut ketemu teman-teman yang lain plus kawan-kawan dari Singapura. Akhirnya lengkap sudah 10 orang. Janjian berangkat jam 10, saya sempat juga keliling-keliling sunday market sambil liat-liat, siapa tahu ada turis korea yang mirip SNSD, hihihi. 



Foto : Sukmasari Ayu
 Jam 10 akhirnya cabut ke terminal bus dan naik Hi-Ace menuju Kinabalu Park. Perjalana selama dua setengah jam ke KInabalu Park sebenarnya pemandangannya lumayan bagus, cuma karena Pak Cik driver ini agak-agak akrobatik nyetirnya (harus gue training defensive driving nih kayaknya...),  hasilnya saya mabuk darat dengan sukses, untung nggak sampai jackpot. Sampai di Kinabalu Park, urus-urus administrasi dan ahay, kamar kita di upgrade, paket yang kita pesan seharusnya malam itu menginap di dormitory dipindah ke cottage.... Emang rejeki anak sholeh, hehehe.


Day 3 : Timpohon Gate - Laban Rata
Carson Fall
Foto : Agung Yuniharto

Jam 9 pagi, setelah sarapan dan naik mobil menuju Timpohon Gate, perjuangan pun dimulai. Setelah briefing dari guide kami, Francis dan Rowdy "Naga", akhirnya kami bergerak menuju Laban Rata. 

500 meter pertama langsung disambut Carson Falls yang tentunya langsung dijadikan tempat sesi foto, hehehe. Selanjutnya pandangan kedepan dihiasi tangga demi tangga. Alhasil muka ceria di pagi hari mulai longsor didera tanjakan demi tanjakan (apa sih bahasa gue?). 

Masih nanjak lagi....
Foto : Sukmasari Ayu

Untungnya, pas makan siang, ada pemandangan indah. ada cewek yang entah dari mana (yang jelas bukan Amerika atau Inggris soalnya gue nggak ngeri bahasanya..hihihi), yang mirip banget Sabina Altynbekova yang lagi heboh banget di Kaskus. Akhirnya dengan bermodal gengsi, walaupun tanjakan makin tinggi,  jalan jadi makin kenceng demi barengan sama mbak Sabina KW itu, hahahaha.





Laban Rata
Foto : Sukmasari Ayu

Jam 5 sore akhirnya saya sampai di Laban Rata. Langsung foto-foto, lanjut ke restoran. Gaul di smoking area dan jadi punya teman banyak karena gue punya..... DJI SAM SOE, hahaha. Emang deh, God Bless penemu rokok kretek, hehehe. Smokers solidarity memang tob lah. 









Day 4 : Laban Rata - Summit - Laban Rata - Timpohon Gate - Kinabalu Park

Jam 3 Pagi kami mulai menapaki jalan menuju puncak. Antriannya lumayan panjang, sampai macet, untung saya asli Jakarta, udah nggak heran sama macet, hehehe. Bareng my climbing buddy, Sukma, akhirnya terpisah dari rombongan. Tapi guide kita, si om Naga sudah pesan nggak usah nunggu, kalau berasa dingin lanjut terus aja, makanya kita berdua lanjut terus, sambil saya lirik-lirik mencari Mbak Sabina KW, hehehe


Sunrise (near) the top
Puncak Gunung Kinabalu  terdiri dari batuan sedimen yang terpecah karena kikisan selama 8 hingga 12 juta tahun. kikisan terus menerus itu akhirnya menyebabkan batuan beku menjadi lebih kuat, yang meskipun terlihat licin, tapi cukup nyaman juga dipijak. Jalur menuju puncak dipasang tali untuk membantu naik karena di beberapa bagian kita harus agak manjat-manjat sedikit. Tapi secara umum jalurnya tidak terlalu sulit untuk didaki. Cuma ya itu, nanjaknya nggak kelar-kelar, tapi namanya juga naik gunung, hehehe.

Jam 5 Pagi, sunrise. Walaupun nggak kesampaian nonton matahari bangun dari puncak Kinabalu, tapi cukup terobati lah nonton dari tempat yang lumayan nyaman buat duduk-duduk.

Summit!!!

Jam 7 Pagi, SUMMIT!!!! akhirnya, 4095 Mdpl!!! My first 4000 meters Mountain, hehehe

Jam 9 Pagi, Perjalanan turun, agak lama, maklum, bonus nongkrong dan foto-foto, hehehe

Jam 11 siang, Laban Rata. saya agak ngebut turun dari puncak karena gossip dari Naga kalau check out time jam 11 siang dan kalau telat dendanya 100 Ringgit (Mahal kan yeeee.....). Tapi syukurlah, walaupun kita telat check out di Laban Rata, nggak kena denda. Sekali lagi rejeki anak Sholeh....hehehe

Jam 1 siang, Laban Rata - Timpohon Gate, perjalanan turun yang menurut dengkul dan paha saya lebih berat daripada perjalanan naik, sempat nongkrong di Ubah shelter karena malas hujan-hujanan, akhirnya jam 7 malam kami sampai di Timpohon Gate. Langsung menuju guest house di luar Kinabalu Park (Ngirit dong ah...hehehe).

Day 5 : Kinabalu Park - Kota Kinabalu
Salah satu sudut Kota Kinabalu
Foto : Sukmasari Ayu

Kembali mual dalam perjalanan, Sempat mampir beli durian. Awalnya nggak minat juga makan durian, takut jackpot karena sudah mual. Tapiiiii..... ternyata Pak Cik driver beli durian 10 biji dan dimasukkan dalam mobil!!! Akhirnya daripada jackpot cuma gara-gara nyium baunya saja, mending saya ikut makan durian sekalian.... hehehe. Sempat coba durian sarawak, enak juga, tapi tetep lebih enak durian medan di tempatnya Ucok, hahaha.

Rencananya kami menginap lagi di hostel, tapi mengingat kaki yang sudah pegal akut, dan susah naik tangga,  kami sepakat pindah ke hotel yang ada lift nya, hehehe. Bersih-bersih sebentar lanjut jalan-jalan, hunting oleh-oleh dan makan ikan bakar.


Day 6 : Kota Kinabalu - Jakarta

Bangun pagi, sarapan, jalan-jalan sebentar keliling kota Kinabalu, check out dan ditengah hujan kami akhirnya menuju bandara. walaupun sempat delay, akhirnya malam hari tiba juga di Jakarta, and back to live, back to  reality....

Thanks to my climbing buddies :
Sukma, Agung "Chibi", Shabeth, Decil, Hisma, Hera, Lia, Ari and Osseu. 








No comments: